Swiss
merupakan negara yang mengadopsi konstitusi federasi pada tahun 1884.
Sebelumnya negara seribu danau ini menggunakan sistem serikat bangsa-bangsa
yang dimulai pada awal terbentuknya Swiss, yaitu tahun 1291. Pada tahun itulah Swiss merayakan hari kemerdekaannya, tepatnya
tanggal 1 Agustus 1291. Ibu Kota negara berada di Kota Bern. Swiss
dikenal dengan negara yang netral, sehingga banyak lembaga yang berpusat di
Swiss, tepatnya di Jenewa. Selain itu Swiss juga menjadi induk perusahaan
multinasional besar. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah Glencore, Nestle,
Novartis, Hoffmann-La Roche, ABB dan Adecco, UBS AG, Zurich Financial Services,
Credit Suisse, Swiss Re, dan The Swatch Group. Pada tahun 2010, Global Kekayaan
Laporan oleh Credit Suisse Lembaga Penelitian menemukan bahwa Swiss memiliki
kekayaan rata-rata tertinggi per orang dewasa di $ 372.692[1].
Luas
wilayah Swiss 41,284[2]
kilometer, berlokasi di bagian tengah Eropa. Sebelah Timur berbatasan langsung
dengan Austria dan Liechtenstein. Bagian Selatan berbatasan dengan Italia,
Barat dengan Perancis, dan batas Utara berbatasan dengan Jerman. Sebagian besar
dataran tinggi dan pegunungan, serta memiliki banyak danau. Swiss memiliki
iklim subtropis, kondisi terpengaruh
oleh hawa laut dan hawa darat, dan perubahannya cukup drastis. Swiss
berpenduduk 7,09 juta orang (1979). 19,4% di antaranya adalah warga negara
asing. Bahasa resminya adalah bahasa Jerman, Perancis dan Italia. Penduduk yang
beragama Kristen menempati 44%, beragama Katolik 48% dan beragama lainnya 5%[3].
Swiss memiliki empat bahasa resmi: Bahasa Jerman
(pangsa 63,7% penduduk total, dengan warga asing, 72,5% penduduk dengan
kewarganegaraan Swiss, pada tahun 2000) di utara, timur dan tengah negeri;
Perancis (20,4%, 21,0%) ke barat; Italia (6,5%, 4,3%) di selatan. Romansh,
sebuah bahasa Romance diucapkan secara lokal oleh minoritas kecil (0,5%, 0,6%)
di tenggara kanton Graubünden.[4]
Penduduk asing dan pekerja asing yang bersifat sementara
membuat sekitar 22% dari populasi. Sebagian besar (60%) berasal dari Uni Eropa
atau negara-negara EFTA. Italia adalah kelompok tunggal terbesar asing dengan
17,3% dari total penduduk asing. Mereka diikuti oleh Jerman (13,2%), imigran
dari Serbia dan Montenegro (11,5%) dan Portugal (11,3%). Imigran dari Sri
Lanka, sebagian besar dari mereka mantan pengungsi Tamil, adalah kelompok
terbesar di antara orang-orang asal Asia. Dalam perhatian 2000an, domestik dan
lembaga internasional telah menyatakan tentang apa yang mereka anggap sebagai
peningkatan xenofobia, khususnya di beberapa campaignings politik. Namun,
tingginya proporsi warga negara asing di dalam negeri, serta integrasi umumnya
dipermasalahkan orang asing, menggarisbawahi keterbukaan Swiss.[5]
Swiss
adalah salah satu negara terkaya di dunia dengan per produk domestik bruto
kapita, dengan nominal PDB per kapita $ 67,384. Swiss juga memiliki salah satu
saldo terbesar di dunia rekening sebagai persentase dari PDB, hanya menempatkan
balik beberapa negara produsen minyak. Zurich dan Jenewa memiliki masing-masing
telah digolongkan sebagai kota dengan kualitas tertinggi kedua dan ketiga
kehidupan di dunia. Pada tahun 2010, Forum Ekonomi Dunia Swiss dianggap negara
dunia yang paling kompetitif.[6]
Swiss
merupakan negara federal yang beberapa negara bagiannya berkedaulatan dan mempunyai
undang-undang dasar sendiri-sendiri. Dewan Federal yaitu lembaga administrasi
tertinggi di negara ini. Parlemen Federal adalah badan legislatif yang terdiri
atas Majelis Nasional dan Majelis Federal yang sama tingkatnya. Undang-undang
atau keputusan baru bisa berlaku hanya jika kedua majelis tersebut mencapai kesepakatan
pendapat yang bulat. Ketua Dewan Federal sebagai Presiden Federal Swis adalah
kepala negara merangkap kepala pemerintah. Masa jabatannya hanya satu tahun dan
tidak boleh terus-terusan menduduki jabatannya. Berdasarkan UUD negara federal
ini, Swiss menjalankan demokrasi langsung dengan bentuk "referendum"
dan " prakarsa warga negara". Semua revisi terhadap pasal UUD,
penandatanganan persetujuan internasional di atas 15 tahun atau bila akan
memasuki organisasi internasional penting harus melalui referendum dan diluluskan
oleh berbagai negeri bagian.
Swiss
memasuki dunia industri setelah mengadopsi sistem republik federal. Mulai dari
jam tangan hingga industry coklat dan keju. Di Swiss pada abad 19, jam tangan
digunakan oleh tentara, sedangkan jam saku lebih sering digunakan oleh pejabat,
bangsawan maupun masyarakat biasa yang mampu membelinya. Perkembangan jam di
Swiss cukup pesat, dimana berawal dari koya Jenewa dan kemudian banyak ahli
yang mengembangkan industry jam tersebut. Salah satu perkembangannya adalah dengan
ditemukannya jam anti air pada abad 20 oleh Hans Wilsdorf pada tahun 1926 yang
dipatenkan oleh Rolex[7].
Swiss merupakan negara yang banyak memiliki perusahaan jam yang popular dan
dengan teknologi baru yang selalu berinovasi.
Swiss
dikenal sebagai negara yang memiliki taraf hidup tinggi dan juga sebagai salah
satu negara makmur. Sekitar 3,8 juta orang bekerja di Swiss. Swiss memiliki
pasar kerja lebih fleksibel dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, serta
memiliki tingkat pengangguran sangat rendah. Sehingga tidak diherankan
banyaknya warga negara asing banyak tinggal dan bekerja di Swiss. Sehingga
terjadinya ketidakmerataan persebaran penduduk yang disebabkan kondisi para
pekerja asing yang hanya berpusat pada kota-kota besar saja. Sehingga untuk
menanggulangi kependudukan di Swiss, negara ini perlu mengatur adanya aturan
imigrasi.
[1] Future-Educons.com,
Negara Switzerland, Future Educational Consultancy Future School of English,
http://www.future-educons.com/jasa-dan-pelayanan/future-education-consultancy-3/pilihan-negara-konsultan-pendidikan-future/negara-switzerland
[2]
CRI Online, Ringkasan Tentang Swiss,
China Radio Internasional Bahasa Indonesia, 2006,
http://indonesian.cri.cn/1/2006/10/25/1@52381.htm
[3] Ibid
[4]
Op. Cit. Future-Educons.com
[5]
Ibid
[6]
Ibid
[7] Rolex.com, Oyster Perpetual
OYSTER PERPETUAL 39, Rolex,
https://www.rolex.com/id/watches/oyster-perpetual/m114300-0001.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar